Ide-ide Brilian Mendapatkan Modal untuk membangun bisnis dengan penghematan atau Tanpa Modal 21-45

Leave a comment

21. Iklan dalam iklan (sponsorship). Jika Anda jeli memperhatikan iklan di media masa, ternyata sudah banyak orang yang
melakukan hal ini. Sebagai contoh yang baru saja saya lihat beberapa hari yang lalu ialah iklan sebuah merk HP, ternyata di bagian bawah itu ada yang numpang iklan-iklan yang lainnya, diantaranya counter-conter HP di kota tersebut. Bisa saja counter-counter tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya. Iklan gratis bukan?

22. Profit sharing dengan pemilik media. Jika Anda punya kenalan orang yang memiliki media, hal ini bisa ditawarkan. Tentu saja tawaran Anda harus menarik dibanding Anda membayar secara biasa. Sebagai contoh, jika biaya iklan Rp 1.000.000, maka hasil profit sharing untuk media harus lebih besar dari Rp 1.000.000. Memang tidak ada jaminan, tetapi Anda harus mampu meyakinkan dan mau membujuk pemiliki media untuk menanggung resiko bersama, toch dia akan mendapat keuntungan lebih besar jika berhasil.

23. Iklan gratis. Ada lho iklan gratis, di internet sangat banyak. Bahkan media masa pun ada yang menawarkan iklan gratis. Tidak ada salahnya dicoba, kalaupun tidak berhasil, tidak rugi juga.

24. Profit sharing dengan pemilik database. Jika Anda sudah memiliki produk dan katalog, Anda bisa melakukan promosi dengan
memanfaatkan database orang lain. Biasanya kita harus menyewa atau membeli database tersebut, tetapi bisa juga dilakukan dengan cara profit sharing.
More

Ide-ide Brilian Mendapatkan Modal untuk membangun bisnis 01-20

3 Comments

Cara-cara Mendapatkan Modal Usaha Mendapatkan aset atau biaya

1. Profit sharing dengan pemilik bangunan atau tempat. Kita bisa menghemat modal uang kita jika kita bisa mendapatkan tempat dengan cara profit sharing. Kelemahan cara ini ialah kita harus membagi keuntungan dengan pemilik tempat. Tetapi ingat ini adalah “bayaran” yang harus kita keluarkan. Ini jauh lebih baik daripada tidak memiliki tempat sama sekali.

Jika Anda merasa keberatan membagi keuntungan secara terus menerus, Anda bisa menggunakan cara ini sebagai batu loncatan saja. Buat saja perjanjian bahwa profit sharing ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu saja, sebaiknya tertulis, tanda tangan di atas materai, lebih baik lagi di depan notaris jika memungkinkan. Kentungan dari perjanjian ini ada dua, pertama pemilik tempat tidak akan memutuskan kerja sama ditengah perjalanan yang bisa mengganggu bisnis kita.

Kedua kita memiliki kesempatan jika kita tidak mau melanjutkan kerja sama setelah kontrak selesai, sehingga tidak ada kewajiban secara terusmenerus harus kerja sama. Bagaimana dengan pembagian keuntungan? Saya belum menemukan aturan bakunya.

Pembagian bisa ditentukan berdasarkan negosiasi saja. Berapa yang akan Anda berikan kepada si pemilik tempat. Mulailah dengan angka kecil dulu, biarkan dia nawar sampai batas tertentu yang Anda mau berikan.

Untuk memperkirakan besar pembagian, kita perlu mempertimbangkan berapa besar andil sebuah tempat bagi bisnis Anda. Cara lain ialah dengan memperkirakan keuntungan Anda, kemudian dibandingkan dengan harga wajar menyewa tempat. Contoh, jika perkiraan keuntungan bisnis Anda Rp 3.000.000 per bulan atau Rp 36.000.000 per tahun. Berapa biaya sewa wajar pertahunnya? Misalnya sekitar Rp 3.000.000 atau 8% dari keuntungan. Melihat angka ini bisa menawarkan 10% profit sharing bagi pemilik tempat, selebihnya adalah negosiasi.

Di mana mendapatkannya? Saya sendiri sudah banyak mendapat tawaran untuk profit sharing seperti ini. Tawaran akan datang sejalan dengan banyaknya jaringan yang kita miliki dan kepercayaan orang kepada kita.

Cara lain ialah dengan sering-sering membaca iklan di surat kabar atau majalah bisnis. Saya sering menemukan iklan dengan tawaran seperti ini.
More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.