EXCUSITIS


Excusitis merupakan penyakit kegagalan, dimana suka mencari-cari alasan (excuse)  kenapa tidak berhasil. Sebagaimana halnya semua penyakit, excusitis akan makin parah, kalau tidak diobati dengan tepat dan seksama. Korban penyakit ini dalam proses mentalnya berkata: “Saya tidak melakukan yang seharusnya saya lakukan. Bagaimana saya bisa mengemukakan alasan supaya saya tak kehilangan muka? Barangkali ada: sakit-sakitan, kurang pendidikan, terlalu tua, terlalu muda, kurang beruntung, istri saya, cara keluarga saya mendidik saya”.

Sekali korban penyakit kegagalan ini telah memilih “alasan yang tepat”, maka ia membuat alasan ini sebagai pegangan. Kemudian ia mempercayakan kepada alasan ini untuk menjelaskan pada diri sendiri dan orang lain, mengapa ia tidak berhasil. Dan setiap kali mengajukan alasan itu, maka alasan itu makin menghunjam dalam bawahsadarnya. Pikiran positif dan negatif, menjadi makin kuat kalau diulang-ulangi terus menerus. Mula-mula penderita penyakit excusitis itu sadar bahwa alasan-alasannya itu tidak begitu benar. Akan tetapi makin diulangi, makin yakinlah dia bahwa pada akhirnya menjadi benar demikian, bahwa alibinya itu merupakan alasan sebenarnya dari kegagalannya.

Dalam program berpikir sukses, kita harus melawan excusitis, penyakit kegagalan. Excusitis muncul dalam berbagai bentuk, tapi bentuk yang parah dari penyakit Excusitis adalah excusitis kesehatan, inteligensi, umur dan nasib.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s