SIKAP TERHADAP BOSS


SIKAP TERHADAP BOSS

Bos bisa menimbulkan berbagai persepsi di benak para bawahannya. Tak satu pun orang bisa menghalangi persepsi tentang bos kita. Hanya saja persepsi, bisa menguntungkan tapi juga bisa merugikan diri sendiri. Dimanapun kita bekerja, kita tidak bisa memilih bos. ‘Melawan’ bos bagaikan ‘menabrak tembok’. Bos memang tidak selalu benar, tapi ia tetap bos. (the boss is not always right, but he/she is always the boss) . Makin kita menjaga jarak dengan bos, makin dijauhkan pula kita oleh bos.

Berikut ini sikap yang umumnya diharapkan oleh para bos:
1.Bekerja harus jelas, prioritaskan dan fokuskan perhatian pada proses dan hasil kerja yang mengacu pada sasaran yang hendak dicapai.

2.Hindari berbagai persepsi tentang sikap dan perilaku bos. Bila ada hal-hal yang tak menyenangkan, memang bos bukan berperan untuk menyenangkan dan mencari popularitas di mata bawahannya.

3.Pahami betul tekanan-tekanan dan beban kerja yang dipikul bos. Berusahalah ikut berbagi beban dengan bos.

4.Bersikap tulus (sincere) ketika berinteraksi dengan bos, walaupun ada hal-hal yang dianggap kurang layak dilakukan oleh bos.

5.Interaksi proaktif, komunikasi ke atas (upward communications). Jangan tunggu diajak bicara bos, ambil inisiatif untuk memulai.

6.Berhentilah menyalahkan orang lain. Bila satu jari menunjuk pada orang lain, ada tiga jari yang menunjuk pada diri kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s