SUKSES BERKARIER


SUKSES BERKARIER
Identik dengan inconviniences

Gagalnya seseorang dalam membina karier bukan karena tak memiliki kemampuan dan keahlian, tapi 85% karena sikap yang keliru (wrong attitude)! Bila seseorang sedang berjalan dan suatu saat dihadapkan pada dua pilihan: ke kiri atau ke kanan, maka sikap orang itu berdiri termangu dan diam tak memiliki sikap yang jelas. Orang lain, akan ragu dibuatnya. Di sinilah diuji keteguhan seseorang. Bila tak memiliki sikap yang jelas, berarti siap meluncur ke jurang kegagalan.

Attitude merupakan refleksi dari persepsinya terhadap visi dan misi yang diemban serta lingkungan di mana berada. Jadi, intisari dari persepsi, cara memandang tujuan masa depan dan analisis situasi masa kini. Artinya, harus secara realistis dipikirkan (oleh otak kiri), dan bukan dirasakan secara emosional belaka (oleh otak kanan).

Sekolah tinggi apalagi sampai keluar negeri bukanlah satu tujuan, tapi salah satu alat untuk mencapai tujuan., bukan satu-satunya alat. Bahkan pengetahuan, kemampuan, pengalaman saja tidak cukup. Harus didukung interpersonal-relationship. Keakraban hubungan kerja dengan mitra kerja, terutama dengan power circle amat menentukan jalur jenjang karier.

Pujian memiliki dua sisi yang sangat berlawanan. Pujian bisa merupakan alat motivasi, pendorong untuk bekerja lebih baik. Tapi pada saat bersamaan, pujian adalah ‘ectasy’ yang amat memabukan, membuat banyak orang terlena dan menjadi kecanduan. Ingin dipuji terus. Bila tidak akan frustasi berat. Ada perasaan kuat ingin memperoleh hasil kerja secara cepat, lalu mengharapkan pujian. Ini justru mengaburkan keinginan untuk mencapai tujuan dengan kerja keras.

Pujian bukan tujuan, tapi salah satu hasil kerja. Sedangkan kerja keras adalah satu alat dan proses untuk mencapai tujuan. Bahkan untuk mencapai tujuan sering kali harus melalui cara yang inconvenience, jalur yang tidak nyaman. Diarahkan, ditegur, dimarahi! Padahal, proses ini penting untuk pematangan dan pendewasaan diri dikemudian hari.

Untuk memperoleh sesuatu perlu tiga hal pokok: kemauan, kemampuan dan kesempatan. Kemauan, kekuatan jiwa untuk terus menerus bersikap lebih baik dihari esok, kemauan kuat untuk terus maju. Karenanya, olahjiwa dan olahraga amat penting. Kemampuan, kekuatan berpikir melalui akal sehat. Sebuah akumulasi belajar dan pengalaman kerja. Jadi, olah pikir adalah utama. Kesempatan, hak prerogative Tuhan YME. Yang bisa kita lakukan adalah berkemauan dan berdoa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s