SUKSES GOOGLE (3)


Menengok Sukses Google
When Larry Met Sergey
google.jpg
Google makin mengukuhkan diri sebagai mesin pencari terbesar di dunia. Tak banyak yang tahu, sukses Google digawangi dua anak muda berusia 30 tahun, Larry Page dan Sergey Brin. Berawal di tahun 1998, Larry Page dan Sergey Brin dua orang mahasiswa Universitas Stanford, berniat mendirikan perusahaan dotcom baru. Perusahaan yang kemudian terkenal dengan mesin pencari tersebut, mengawali usahanya pada sebuah kamar kontrakan sederhana di Menlo Park, California.

Kamar tersebut terletak di dalam rumah milik Susan Wojcicki. Dengan sewa sebesar US$1.700 per bulan, Larry Page dan Sergey Brin mulai mewujudkan gagasan di kepala mereka, Google.

Google sendiri berasal dari kata googol yang ditemukan oleh Milton Sirotta, keponakan dari ahli matematika Amerika Serikat, Edward Kasner. Googol adalah sebutan untuk angka 1 diikuti 100 nol. Di dunia ini tidak ditemukan satupun googol apakah itu bintang, partikel atau atom. Penggunaan kata Google untuk merefleksikan misi perusahaan dalam
mengorganisasikan jumlah informasi yang bisa mereka sediakan di web.

Dari sebuah kamar kontrakan, hari ini, kawasan tersebut bagaikan surga dengan jumlah pekerja mencapai 1.000 orang. 60 diantara pekerjanya bertitel Phd. Berbagai makanan dan es krim tersedia gratis di tempat tersebut.

Kolam renang dan meja ping-pong, ditambah kebebasan untuk menghabiskan 20 persen jam kerja untuk kegiatan luar ruangan. Mereka menyebut tempat tersebut sebagai Googleplex.

“Mereka mewujudkan Google menjadi lingkungan dengan suasana yang mereka impikan,” ujar Wojcicki.

Google sendiri, dalam waktu lima tahun telah menjadi mesin pencari internet yang dominan. Para kompetitor tertinggal jauh, dan ada yang akhirnya malah menjadi konsumen Google. Diantaranya, ada Yahoo dan AOL, yang melisensi teknologi Google dan merunut queri pencarian mereka melalui Google.

Secara keseluruhan, Google mampu menyuguhkan 75 persen dari total pencarian,” kata Danny Sullivan, editor untuk newsletter online, Search Engine

Watch,seperti diberitakan USA Today, Selasa (26/8/2003). “Kecanggihan Google sampai membuat orang berpikir bahwa jika suatu subjek tidak ditemukan di Google, maka subjek tersebut pasti tidak ada,” tambahnya. Seiring persiapan yang dilakukan Google untuk merayakan hari jadinya yang ke lima, pada tanggal 7 September 2003 nanti, Google meningkatkan metode pencariannya.

Saat ini, Google mampu melayani 200 juta pencarian per hari, lebih dari 2.300 pencarian tiap detiknya yang ditampilkan dalam 88 bahasa. Google mengindeks 3,1 milyar halaman web dengan didukung oleh 10.000 super komputer.

“Kami sangat berutung, kami melakukan banyak peningkatan, dan kami memilik lebih banyak kesempatan untuk maju,” ujar Page, 30. Brin, pendiri Google lainnya menambahkan bahwa yang paling menarik adalah mengetahui betapa pentingnya fasilitas pencarian bagi orang-orang dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap murid SMA, mahasiswa dan karyawan baik di Indonesia dan seluruh dunia kini mudah sekali bergantung pada Google.

Saat ini, ada 6 milyar halaman web, dan jumlah tersebut terus bertambah. Mengorganisir sekian banyak halaman web merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketekunan. Yahoo merupakan perusahaan pertama yang menyuguhkan direktori web site yang dikerjakan oleh satu tim editor. Akan tetap untuk mencakup web yang lebih luas, Yahoo harus menengok sumber-sumber luar untuk menemukan software untuk menyusupkan halaman-halaman web dan mengindeks mereka menurut kata kunci.

Google mendasarkan pencariannya berdasarkan popularitas. Menilai halaman halaman website berdasarkan banyaknya link situs lain, ke situs tersebut. Lebih banyak link ke situs tersebut, makin tinggi posisi situs tersebut di hasil pencarian Google. Google menamai sistem peringkat ini sebagai PageRank.

Teknologi yang diterapkan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan hasil pencarian yang sesuai, namun juga mengutamakan kecepatan. Hasil pencarian untuk topik-topik populer seperti pemilihan ulang di Kalifornia, mendatangkan lebih dari 1 juta link dalam seperlima detik.

Sistem tersebut, dibuat ketika Brin, imigran Rusia, bertemu Page. Saat itu, keduanya sedang menempuh pendidikan untuk mendapat gelar PhD di Universitas Stanford. Brin dan Page, salah seorang putra profesor ilmu computer di Michigan State University, memutuskan untuk bekerja sama dalam proyek teknologi mesin pencari. Kedua orang ini, mulai menemukan peluang ketika 10.000 siswa dan profesor mulai menggunakan mesin pencari tersebut secara teratur.

Google selalu dapat menjelaskan bahwa kunci sukses mereka terletak pada konsistensi mereka dalam mengembangkan teknologi mesin pencari. “Kami tidak akan pernah terpaling dari teknologi mesin pencari,” ujar Page. Ini dicatat betul dalam 10 kunci sukses Google pada urutan kedua “It’s best to do one thing reall really well.”

Saat ini, Google mendapat kompensasi yang pantas atas kesuksesannya. Banyak analis memperkirakan, pendapatan Google berkisar antara US$600 juta sampai US$800 juta pada tahun ini. Pendapatan tersebut didapat melalui iklan dan biaya lisensi, dan dari banyak website yang membayar untuk memungkinkan user menemukan domain mereka melalui Google.

Dikatakan Wojcicki, meskipun Brin dan Page sudah makmur, mereka tetap bekerja seperti biasa, dan jauh dari kesan eksentrik. Sekali waktu mobil Brin pernah rusak dan masih direparasi di bengkel. Namun, tidak dengan membeli mobil baru -sesuatu yang gampang dilakukannya-Brin pilih ke kantor dengan naik skateboard. Bersahaja dan sangat pantas ditiru oleh orang Indonesia.

Sumber: http://gratisan.com/portal/public_html/article.php?story=20040108204418586

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s