SUKSES GOOGLE (1)


Kisah Sukses Google
Kisah Sukses Google : ‘The Google Story’ 2005.
Kamis, 23-08-2006

Kisah Sukses Google : ‘The Google Story’ 2005 ditulis oleh David A.Vise-Penulis Pemenang Pulitzer Prize- bersama Mark Malseed yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Tahun 2006.

Penulis memulai uraian buku pada Bab I yang bertajuk ‘Pengabaian Sehat untuk yang Mustahil’ yang mengisahkan ketika kedua pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin tengah melakukan semacam kuliah umum dan tatap muka dengan siswa SMA unggulan di suatu tempat di Negeri Israel pada suatu masa pada tahun 2005 saat Google tengah mendaki puncak sukses bisnis dan dalam kurun waktu tidak berapa lama lagi dipandang akan mampu melewati kekayaan dan kejayaan Microsoft-nya Bill Gates yang selama lebih dari satu dekade terakhir menjadi perusahaan IT yang paling kaya sedunia.

Penulis menggarisbawahi bahwa keunggulan Google dibanding Microsoft sang raksasa penguasa dunia piranti lunak masa kini, adalah kenyataan bahwa kiprah bisnis Google berjalan diatas 2 pijakan yakni dunia piranti lunak—dengan algoritma mesin pencarian inovatif model Page Rank System—serta dunia perangkat keras—yakni ribuan server komputer rakitan sendiri yang amat efisien dalam konsumsi daya namun berkemampaun kinerja amat tinggi yang dijalankan dengan aplikasi antar-muka komputer hasil rekayasa para insinyur Google sendiri—Uraian penulis sebanyak 25 Bab lanjutan setelah bab pertama boleh dikata berupa kilas balik ke masa lampau lalu meruntut setapak demi setapak ke depan dalam urutan nyaris historis hingga sampai pada saat buku terbit pertama di AS akhir tahun 2005. Masa lampau itu yakni tahun 1998 saat mana dua serangkai Page dan Brin sama-sama masih berstatus mahasiswa program studi doktoral yang kebetulan ditempatkan pada ruangan kerja Room Gates 360 W.Gates Dept. Computer Science, Universitas Stanford —yang tidak lain menyandang nama donatur pemberi dana ‘sumbangan pembangunan gedung’ ialah : Bill Gates sang pendiri Microsoft— Seluruh 26 Bab buku pada buku setebal 336 hal ini secara khusus diberi kelengkapan lampiran tersendiri, a.l: Kinerja Laporan Keuangan Perusahaan, analisa pergerakkan nilai saham Google Inc (GOOG), dan yang unik dan istimewa yaitu lembar lampiran: GLAT – Google Lab Aptitude Test !
Setiap pembaca yang mampu mencetak skor tinggi dalam test GLAT dapat mengirimkan hasil testnya ke Googleplex Campus di Mountain View, CA, USA. Selebihnya : “If You are Brilliant, We’ll hire You “.

Google —atau tepatnya googol— adalah sebuah kata yang mendefinisikan bilangan teramat besar : angka 1 diikuti 10 pangkat 10 dibelakangnya yang dipandang pas sebagai nama perusahaan yang berkiprah di bidang mesin pencarian informasi yang jumlahnya segunung di dunia Internet. “Angka 100” sendiri agaknya menjadi semacam angka keberuntungan bagi dua serangkai Brin dan Page ketika bersama-sama merintis Google.Inc. Google.com mulai ditampilkan ke dunia global lewat Internet setelah memulai dengan rata-rata 100.000 permintaan pencarian per hari yang dilakukan awalnya terbatas di kalangan internal ilmuwan Universitas Stanford tahun 1998. Jumlah AS $ 100.000 juga merupakan modal awal pertama yang diperoleh Google.com dari salah satu penyandang dana selaku ‘angel investor’. Dan pada Top-100 PC Magazine tahun 1998 itu pula nama “google.com” mulai mampu masuk menerobos jajaran dot-com terkemuka sejagat.

Beberapa bab yang menarik dicermati benar-benar, yakni uraian perihal ‘Ekonomi Google’ maupun bab pembahasan saat Google.Inc ‘Go Public’. Sukses Google dalam bisnis mesin pencarian yang sedemikian fenomenal, dengan pemasukan utama lewat model bisnis iklan : “sponsored links”. Model yang benar-benar menjadi cara jitu beriklan secara efisien namun tidak mengganggu kenyamanan kalangan pengguna Internet. Sukses selanjutnya Google pun ditumbuhkan oleh budaya korporasi khas yang dikembangkan Google, a.l: pengelolaan bisnis model laksana layaknya aktivitas kampus ( a’la Stanford ), menggairahkan budaya inovatif dengan jalan mempersilahkan pegawai untuk bebas menggunakan 20% waktu kerja untuk mengembangkan proyek sesuai minat masing-masing, melaksanakan budaya bisnis dengan terus-menerus dan konsisten terhadap nilai-nilai “Don’t be Evil”. Itulah pasalnya Google tidak pernah menampilkan iklan ‘terlarang’ di situsnya yakni; iklan rokok, alkohol /minuman keras, dan senjata api.

Sebagaimana halnya ‘tak ada gading yang tak retak’ maka tidak selamanya Google mampu melewati segala batu sandungan. Yang terungkap di dalam buku tentunya langkah pihak Humas Google.Inc yang pernah mem-“black-list” wartawan C|NET untuk sekian bulan, ketika salah satu Penulis C|NET dianggap mengungkap kekayaan salah satu CEO Google tanpa izin. Yang pada sisi ironis-nya sang Penulis berhasil mengungkapkan informasi besaran tersebut dengan jalan menggunakan kecanggihan mesin pencari Google.com sendiri.

Salah satu sisi yang tak terungkap berkaitan dengan uraian dalam “Syndrom China” adalah bagaimana Google ‘terpaksa menyerah’ terhadap tekanan Pemerintah China guna melaksanakan sensor atas hasil pencarian Google.com yang diperuntukkan bagi pengguna Internet di Negeri China. Suatu hal yang sesungguhnya sama sekali bertentangan dengan prinsip dasar Google.com untuk menampilkan hasil pencarian informasi sama apa adanya bagi setiap orang di segenap penjuru jagat, termasuk segala informasi tentang demokratisasi yang terlarang bagi China. Bagaimana pun membaca buku ini sampai selesai adalah menarik, hingga sampai pada rencana mutakhir yang menggambarkan uraian bidang lahan arahan masa depan dimana keunggulan daya komputansi Google akan berkiprah : pendayagunaan data digital peta genetika manusia hingga dapat dipergunakan setiap orang untuk kepentingan kesehatan masing-masing seketika pada setiap saat.

Sumber: IPTEKnet / RizaL Aachtung
http://www.iptek.net.id/ind/?ch=buku&id=447&PHPSESSID=8e750536758b9eebedb8d314604fea0b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s