WHY and HOW to with VoIP Solution?


Masukan dan pertanyaan seputar VoIP
Dirangkum dari berbagai sumber
oleh Machmud Fauzi – IT Cabang Bogor

Tidak cukup menarikkah VoIP Rakyat untuk kita coba?
Jaringan Telepon Internet

Komentar User VoIP:
Seperti diungkapkan dalam situs Voipmerdeka.net, seorang pengusaha kain tenun dari Bogor, Dewi, sempat memanfaatkan VM untuk berdiskusi dengan rekan bisnisnya di Singapura mengenai desain dan rencana pemasaran dagangannya. Asal tahu saja, lebih canggih dari telepon punya Telkom, dengan menambah kamera web VM memungkinkan penelepon saling melihat wajah masing-masing. Saking dahsyatnya, masyarakat internet di Inggris pun ikut tergiur. Mereka sudah berkirim surat untuk mencari tahu lebih jauh bagaimana konfigursi telepon gratisan ini bisa diterapkan di Indonesia.

Moeh … IT Cabang Bekasi
1. Bagaimana cara seting koneksi nya via proxy……. tidak via server internet secara langsung?
Jika anda merupakan pengguna internet dari jaringan yang menggunakan proxy, ada beberapa hal tambahan yang harus dilakukan. Biasanya, PC dengan koneksi internet semacam ini banyak terdapat di kantor, sekolah atau kampus dan warnet. PC semacam ini menggunakan nomor IP 192.168.x.x atau 10.x.x.x.

Pengguna internet semacam ini sebelumnya harus melakukan registrasi ke gatekeepergatekeeper publik 202.148.63.18 yang di operasikan di IIX atas dukungan APJII,” tulis Onno.

Soalnya, pengguna internet semacam ini tidak mungkin melakukan registrasi dan mengoperasikan VoIP tanpa bantuan gatekeeper di proxy server. “Karena port VoIP tidak bisa menembus proxy.”jelas Onno.

Menurut Onno, kondisi ini akan menjadi masalah bagi sebagian besar pengguna Internet di Indonesia yang umumnya berada di belakang proxy. “Sarannya, anda harus meminta kepada operator proxy server tersebut untuk mengoperasikan gatekeeper di proxy server-nya,” tegasnya .

Untuk mengoperasikan gatekeeper, digunakan software “Open H.323 gatekeeper”. Program ini dapat dicari di http://www.sourceforge.net atau http://www.sf.net dengan menggunakan keyword “openh323 gatekeeper” atau langsung dari http://www.gnugk.org. Open H.323 gatekeeper tersedia dalam beberapa versi Linux maupun Windows.


“Perlu di catat bahwa software gatekeeper yang digunakan adalah open source sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma alias gratis tanpa melanggar hak cipta sama sekali,” tegas Onno. Beberapa versi yang berhasil dioperasikan dengan baik, menurut Onno adalah gk-2.0a- linux-bin.tgz yang berjalan baik pada Linux Mandrake 8.0, gk-2.0.2-linux-bin.tgz pada Linux Mandrake 9.0, dan gk-2.0.2-windows-bin.zip pada Windows 98. “Bila anda melihat di http://www.gnugk.org ada versi developmentnya 2.1, silakan dicoba digunakan dan menanggung resikonya sendiri,” ujar Onno sembari tertawa.

Pengguna Windows, masih menurut Onno, dapat mengoperasikan gatekeeper tersebut di mesin Windows yang dapat dioperasikan berdampingan dengan software proxy seperti Wingate atau Winroute. “Sayangnya, Windows rentan sekali dengan virus dan tidak terlalu se-reliable Linux untuk di operasikan sebagai server,” jelas Onno.

Hendra … IT Pusat
1. Bagaimana dengan Kualiatas Suara?
Solusi paling murah untuk melakukan Internet telepon ini adalah menggunakan sound card di PC yang di sambungkan ke Internet. Akan tetapi kualitas suaranya biasanya kurang baik karena memang sound card tidak dirancang untuk keperluan internet telepon. Untuk mencoba saja sound card bisa digunakan untuk internet telepon (VoIP). Perkiraan total biaya yang dibutuhkan untuk komunikasi VoIP PC-to-PC melalui Internet adalah sekitar Rp. 300 / menit / PC. Jika anda ingin menggunakan PC anda untuk menghubungi rekan anda di luar negeri yang menggunakan telepon biasa maka biayanya menjadi Rp. 300 + hook-off-service / menit. Untuk ke Amerika Serikat, hook off service akan membutuhkan sekitar US$0.15 / menit atau sekitar Rp. 1000 / menit.

Untuk memperbaiki kualitas suara tersebut di perlukan peralatan tambahan yang mampu melakukan digital signal processing (DSP) dari suara agar dapat dikirim secara baik melalui Internet. Dari survey penulis di beberapa situs Internet seperti:
http://www.pulver.com/gateway – informasi lengkap sekali tentang VoIP.
http://www.quicknet.net/ – PC Card untuk VoIP seharga US$99.
http://www.innomedia.com/ – PC Card untuk VoIP seharga US$99.95
http://www.creative.com/ – Peralatan VoIP melalui USB port seharga kira-kira US$50.

Tampaknya Creative yang juga memproduksi SoundBlaster yang sangat populer di PC Multimedia telah membuat VoIPBlaster untuk keperluan Internet Telepon yang paling murah di antara semua produk yang ada. Peralatan VoIP Blaster ini dirancang untuk sangat memudahkan instalasi di PC tidak seperti card PC lainnya, VoIP blaster menggunakan port USB sehingga sangat mudah pemasangannya. Walaupun di dalam-nya adalah teknologi Innomedia (http://www.innomedia.com).

Dengan adanya kemampuan Digital Signal Processing (DSP) yang superior maka sinyal suara yang di transmisikan melalui Internet dapat di kembalikan ke asalnya tanpa cacat, tanpa echo, tanpa delay seperti yang sering kita rasakan kalau menggunakan VoIP berbasis software menggunakan sound card.

Fasilitas lain yang disediakan VoIP blaster ini sama dengan umumnya PC Card VoIP yaitu colokan untuk handset telepon maupun untuk headphone & mic. Dalam VoIP blaster juga sebetulnya tersedia fasilitas voice mail, jadi jika ada pemanggil yang masuk tapi anda tidak standby maka VoIP blaster ini akan mampu untuk merekam pesan selama tiga (3) menit – tentunya untuk keperluan terakhir ini anda harus memiliki sambungan 24 jam ke Internet dengan IP statik.

Dengan peralatan VoIP blaster maupun PC Card VoIP anda tetap dapat menelepon rekan anda di manapun mereka berada dengan berlangganan ke berbagai hook-off gateway untuk sambungan PC-to-Phone. Beberapa contoh dari hook-off gateway ini adalah http://www.net2phone.com & http://www.dialpad.com. Anda tidak perlu berlangganan bulanan untuk ini semua, cukup membeli pulsa seperlunya saja biasanya dengan kartu kredit.

Spesifikasi teknis VoIP blaster :

  1. Full Duplex Audio.
  2. Tidak membutuhkan power supply external.
  3. ITU-T H.323 V2 Voice-over-IP
  4. ITU-T G.723.1 kompresi suara on-board.
  5. ITU-T G.168 On-board echo cancellation
  6. Sambungan yang tersedia ada tiga (3) buah, yaitu USB port connector (v1.1 compatible), sambungan telepon RJ11, dan 2.5mm hand-free earphone connector.

Spesifikasi komputer yang dibutuhkan adalah:

  1. IBM® atau 100% compatible personal computer
  2. Intel® Pentium® atau AMD K6® class processor atau yang lebih tinggi bekerja pada 200MHz atau lebih cepat.
  3. Tersedia USB port (v1.1 compliant)
  4. 32MB sistem memori untuk Windows 98 & Windows Me
  5. 64MB sistem memori untuk Windows 2000
  6. 10MB tempat yang kosong di harddisk.
  7. Microsoft® Windows® 98, Windows Me atau Windows 2000
  8. CD-ROM drive untuk instalasi software
  9. Sambungan Internet minimal 28.8kps (56kps di rekomendasikan).

2. Bagaimana Call antar Divisi? dan Bagaimana Integrasi dengan PABX?
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan di berbagai mailing list adalah mungkinkah kita mengintegrasikan VoIP Rakyat (http://www.voiprakyat.or.id) ke jaringan Telkom, XL, Indosat, dan lainnya? Jawabnya singkat. Secara teknologi sangat mudah. Masalah besar terutama karena perilaku birokrasi yang menghalangi kemudahan teknologi VoIP Rakyat.

Dalam tekanan regulasi Indonesia yang cupet, VoIP (Voice over Internet Protocol) Rakyat sudah menjadi solusi ampuh bagi perkantoran yang mempunyai banyak cabang di Indonesia untuk menghemat telepon, terutama SLJJ.

Teknologi VoIP Rakyat bahkan akan diimplementasikan di jaringan lebih dari 4.000 sekolah yang sudah tersambung ke internet 24 jam agar dapat saling bertelepon antarsekolah tanpa pulsa. Salah satu kunci yang perlu diperjuangkan oleh rakyat Indonesia adalah meminta alokasi nomor telepon dari pemerintah bagi VoIP Rakyat. Tentunya jika operator telekomunikasi Indonesia cukup “smart”, mereka akan mengalokasikan blok nomor untuk para pejuang di VoIP Rakyat karena hitungannya sebetulnya amat menguntungkan.

Tulisan ini akan berusaha memberikan beberapa alternatif yang mungkin digunakan bagi pengguna/operator VoIP Rakyat agar dapat tersambung ke jaringan Telkom dan lainnya secara legal maupun tidak legal. Semua teknologi VoIP ini berbasis Session Initiation Protocol (SIP) yang merupakan dasar dari teknologi 4G, yang jauh lebih baik daripada teknologi 3G yang digembar-gemborkan pemerintah.

Teknik yang paling sederhana adalah menggunakan peralatan Analog Telepon Adapter (ATA) dulu sering disebut sebagai Internet Telephony Gateway (ITG).

Ada cukup banyak merek yang dapat digunakan, seperti LinkSys SPA3000, Planet VIP190, 3COM VOIPGW, dan Dlink DVG3004S. Peralatan ini dapat mendaftarkan diri ke Softswitch Asterisk (http://www.asterisk.org) atau ke VoIP Rakyat dan berfungsi untuk menyalurkan panggilan ke Telkom atau PABX di kantor. Akibatnya, PABX antarkantor dapat dihubungkan tanpa perlu pulsa sama sekali. Di sisi ekstrem, kita dapat dengan mudah menyambungkan ke Telkom maupun seluler melalui peralatan ATA tersebut.

Tentunya tidak semua pengguna VoIP Rakyat mampu membeli ATA yang harganya di atas Rp 1 juta. Solusi bagi pengguna biasa yang sangat ingin menghemat pulsa telepon dengan menggunakan teknologi VoIP Rakyat sebetulnya Anda dapat berlangganan ke InfoAsia (http://www.infoasiatelecom.com) yang merupakan VoIP Broadband Operator satu-satu-nya di Indonesia.

InfoAsia dapat menyalurkan panggilan secara legal ke Telkom dan seluler di Indonesia maupun di seluruh dunia. Biaya aktivasi/registrasi Rp 350.000 dan mendapat ATA, dengan langganan bulanan Rp 100.000, serta biaya panggilan Rp 1.500/menit untuk 29 kota yang ada POP-nya, lebih murah dari SLJJ Telkom yang bisa mencapai Rp 2.200/menit.

Alternatif lain adalah menggunakan jasa VoIP Discount (http://www.voipdiscount.com), VoIP Cheap (http://www.voipcheap.com) dan dapat memperoleh nomor untuk ditelepon dengan kode negara-negara Republik Ceko, Perancis, Jerman, Belanda, Swiss, dan Inggris. Dengan membeli kredit sekitar 20-30 dollar AS, kita dapat mulai menelepon dengan Rp 105/ menit ke PSTN dan Rp 1.160/ menit ke seluler Indonesia.

Yang lebih menarik sebetulnya, jika massa VoIP Rakyat menyadari kekuatan internal VoIP Rakyat. Sejak Januari 2006, dengan menggunakan server Acer Xeon Dual Processor, tercatat hampir 6.000 pengguna VoIP Rakyat dan bertambah terus dengan semakin aktifnya training, workshop, demo, roadshow VoIP diadakan di berbagai kota dan kampus dengan peserta 300-700 orang setiap acara. Dengan massa yang semakin banyak di sisi VoIP Rakyat, sebetulnya akan sangat menguntungkan bagi operator telekomunikasi Indonesia untuk menjaring traffic incoming call ke arah VoIP.

Regulasi di Indonesia sebetulnya hanya mengatur outgoing call dari VoIP ke operator Telekomunikasi tetapi tidak pernah mengatur incoming call dari operator ke VoIP. Incoming call ke VoIP sebetulnya lebih menguntungkan operator yang jelas- jelas akan memperoleh pendapatan pulsa hubungan terminasi ke VoIP dari berbagai source call tanpa perlu investasi infrastruktur telekomunikasi sama sekali karena semua telah dibangun sendiri oleh masyarakat internet Indonesia.

Secara teknik yang perlu dilakukan oleh operator telekomunikasi hanya peering dengan softswitch VoIP Rakyat menggunakan protokol SIP dan mengalokasikan nomor telepon ke pengguna VoIP melalui softswitch VoIP-nya.

Konsekuensinya semua orang di jaringan telepon jadi dapat menelepon rekan-rekannya di VoIP di mana saja mereka berada. Tentunya akan menjadi menarik karena operator telekomunikasi dapat secara tiba-tiba mempunyai banyak pelanggan, tanpa perlu invest infrastruktur telekomunikasi.

Di sisi VoIP, bagi pelanggan VoIP Rakyat yang akan menelepon ke PSTN/seluler yang dialirkan melalui peering dengan softswitch operator tetap dapat bayaran berdasarkan “Call Detailed Record” di softswitch dan sesuai dengan pulsa yang berlaku tentunya dengan menghilangkan komponen SLJJ yang mahal itu.

Jadi, interkoneksi antara operator dan VoIP jelas-jelas akan menguntungkan si operator. Karena, baik dari outgoing call dari VoIP maupun incoming call ke VoIP operator tetap mendulang emas. Tentunya semua percakapan VoIP internat tetap gratis tidak membayar apa-apa.

Tampaknya rakyat Indonesia tidak lama lagi harus bersyukur karena beberapa operator di Indonesia tampaknya cukup berpandangan maju dan dapat menerima pola peering VoIP Rakyat. Semoga ini menjadi cikal bakal mekanisme interkoneksi operator telekomunikasi dengan Telkom Rakyat.

3. Bagaimana Perbandingan biaya? (biaya internet dengan call cabang ke pusat) sebagai informasi : 1 voice call yang ideal memerlukan 12 kbps bandwidth yang konsisten.

Internet Telepon Yang Legal & Tanpa Perlu Ijin
Secara hukum penggunaan Internet Telepon adalah legal & tidak memerlukan ijin bagi komputer & PABX untuk di sambungkan melalui internet telepon di kantor-kantor, di rumah sakit, di mall, di sekolah, di kompleks perumahan, di WARNET maupun di WARTEL. Oleh karena itu sah & tidak melanggar hukum untuk mem-bypass SLJJ & SLI menggunakan sarana komputer / PABX tersebut yang disambungkan melalui internet telepon.

Laporan yang datang dari lapangan di berbagai mailing list di Internet, sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya Telkom / oknum Telkom tidak bersedia (atau biasanya mempersulit) memberikan sambungan kabel-nya kepada tipe konsumen di atas apalagi jika mereka tahu bahwa saluran tersebut akan digunakan untuk internet telepon (VoIP). Yah begitulah nasib kalau kita tergantung pada penyelenggara yang sifatnya monopoli.

Tetapi dengan berbagai teknologi telekomunikasi alternatif terutama radio (microwave) dan satelit, sebetulnya tidak sukar bagi berbagai kantor, mall, sekolah dll untuk tetap melakukan bypass SLJJ & SLI secara legal & tanpa menggunakan jasa Telkom sama sekali. Sebelum melangkah pada pembahasan lebih lanjut ada baiknya kita bahas sedikit aspek biayanya.

Biaya Internet Telepon
Dari berbagai informasi yang masuk, biaya investasi Telepon (oleh PT. Telkom) adalah sekitar US$1000 / saluran telepon. Belum termasuk biaya operasional yang harus dikeluarkan.

Apakah demikian mahal-nya internet telepon (VoIP)? Sebagai gambaran umum rata-rata investasi peralatan internet telepon adalah sekitar US$100-200 / saluran telepon VoIP, biaya operasi-nya sekitar US$100-an / bulan / saluran (24 jam) kemanapun anda menelepon. Biaya investasi & operasional Internet telepon akan dapat ditekan lagi jika sudah ada fasilitas Internet di tempat kita berada.Dengan asumsi satu saluran (24 jam) akan di gunakan bersama oleh beberapa orang penguna (misalnya sepuluh orang) maka akan sangat masuk akal jika per orang hanya membutuhkan biaya Rp. 150-200.000 / bulan / orang flat rate untuk menggunakan Internet telepon dan menelepon ke manapun di seluruh dunia ini.

Sebelum masuk ke investasi & jenis peralatan yang dibutuhkan, ada baiknya kita menghitung dengan lebih detail perhitungan biaya operasional internet telepon ini dengan contoh dua (2) buah skenario umum.

Skenario pertama adalah anda yang cukup beruntung dapat menyewa leased line 64Kbps 24 jam ke Internet. Biasanya biaya bulanannya termasuk akses Internet adalah sekitar Rp. 8 juta / bulan. Jika bandwidth satu (1) kanal Internet telepon 12 Kbps maka kanal 64Kbps tersebut dapat dilewati lima (5) saluran suara didalamnya. Artinya per saluran dibutuhkan biaya Rp. 1.5 juta-an / bulan / saluran. Jika setiap saluran di gunakan bersama dengan sepuluh (10) pengguna. Maka setiap pengguna harus iuran Rp. 150.000 / bulan / orang.

Skenario ke dua adalah bagi anda yang di tolak oleh Telkom untuk memperoleh leased line sehingga harus menyewa satelit, misalnya ke Linknet (www.link.net.id), PalapaNet (www.palapanet.com), Interpacket (www.interpacket.net) yang menyediakan akses Internet 24 jam dua (2) arah melalui satelit. Ada banyak pilihan konfigurasi & kecepatan yang dapat digunakan. Untuk total 512Kbps LinkNet akan mencharge sekitar US$3800 / bulan; sedang PalapaNet sekitar US$4800 / bulan untuk sambungan 1:3. Untuk 1Mbps interpacket akan mencharge US$5400. Dengan uplink & downlink 256Kbps (sekitar 21 saluran VoIP) anda harus membayar sekitar US$3800 / bulan ke LinkNet. Artinya per saluran dibutuhkan biaya sekitar Rp. 1.8 juta-an / bulan / saluran. Jika setiap saluran di gunakan bersama dengan sepuluh (10) pengguna. Maka setiap pengguna harus iuran Rp. 180.000 / bulan / orang untuk akses 24 jam bergantian di antara mereka.

Perlu ditekankan disini bahwa biaya Rp. 150-200.000 / bulan / orang ini adalah flat rate (dipakai / tidak dipakai), tapi sudah termasuk biaya untuk berbicara sepuasnya menggunakan VoIP untuk mem-bypass SLJJ & SLI. Bagi anda yang berminat memperoleh perhitungan biaya operasional VoIP dalam bentuk file Excel secara gratis, dapat memintanya melalui e-mail ke onno@indo.net.id.

Teknologi Internet Yang Dibutuhkan
Kunci keberhasilan komunikasi VoIP yang baik terletak pada kemampuan kita untuk melewatkan sinyal suara pada jaringan Internet dengan delay yang sangat rendah. Di rekomendasikan agar delay ditekan sedapat mungkin di bawah 250 mili detik (ms). Sialnya tidak mudah untuk menekan delay serendah itu, sebagai gambaran delay komunikasi melalui satelit sudah sekitar 250 ms (satu hop satelit); delay sambungan Internet melalui saluran telkom dial-up sekitar 100 ms.

Paling ideal jika kita dapat menggunakan saluran wireless LAN (WLAN) microwave berkecepatan tinggi 2-11Mbps (dengan standar protokol IEEE 802.11) di frekuensi 2.4GHz, 3.5GHz, 5GHz atau 5.8GHz seperti yang digunakan rekan-rekan WARNET yang kemudian di sambungkan lagi ke Internet menggunakan jaringan serat optik berkecepatan 155-622Mbps. Sayangnya kondisi ideal tersebut sangat sulit dicapai di Indonesia, karena saluran serat optik di kuasai oleh para operator telekomunikasi yang besar.

Bagi sebagian besar rakyat kecil, WARNET, sekolah, kantor, kompleks perumahan, cara paling murah untuk melakukan internet telepon (VoIP) adalah pemakaian bersama (share) akses ke Internet melalui satelit. Ada cukup banyak provider telekomunikasi satelit di Indonesia, seperti PesatNet (www.psn.co.id), LinkNet (www.link.net.id), Infokom (www.infokom.net), Melesat (www.melesat.net), PalapaNet (www.palapanet.com), Rainbow2u (www.rainbow2u.com), webs88 (www.webs88.com) dll. yang harganya bersaing cukup ketat satu dengan lainnya. Memang delay satelit sekitar 250 ms, pengguna VoIP melalui satelit biasanya akan merasakannya seperti echo dan ada perasaan delay dalam berbicara. Yah apa boleh buat, kita harus mentolerir apa yang ada untuk dapat berkomunikasi secara murah meriah ini.

Di beberapa kota yang cukup beruntung, seperti Bandung, Yogya, Malang, Surabaya telah ada beberapa Koperasi WARNET (seperti kowaba@yahoogroups.com), LinkNet (www.link.net.id), PesatNet (www.psn.co.id), Pointer Indonesia (www.pointer-indonesia.com) yang menurunkan satelit dan men-share bersama akses Internet menggunakan peralatan WLAN pada kecepatan 2-11Mbps di frekuensi 2.4GHz. Pada kondisi normal delay peralatan WLAN sekitar 10 ms, sangat ideal bagi komunikasi VoIP. Diskusi tentang berbagai provider ini dilakukan di asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com.

Tergantung konfigurasinya, investasi peralatan WLAN 2-11Mbps berkisar antara Rp. 7-20 juta / unit. Konfigurasi termurah diperoleh menggunakan komputer 486 / Pentium menjalankan Linux Router Project (LRP) seperti yang di lakukan oleh Pak AS Hikam di pembukaan Millenium Internet Roadshow (MIR) di Medan 1 Maret 2001 yang lalu. Berbagai informasi tentang card WLAN untuk akses 2-11Mbps di frekuensi 2.4GHz & 5.8GHz bisa di peroleh diberbagai situs Internet seperti http://www.wavelan.com, http://www.ydi.com, http://www.wipop.com, http://hydra.carleton.ca. Harga card WLAN berkisar antara US$180-250-an / unit. Tinggal di tambahkan antenna parabola agar dapat mencapai jarak tempuh 5-7 km.

Biaya sewa frekuensi untuk WLAN pada saat ini sedang dalam proses diskusi di indowli@yahoogroups.com yang dihadiri oleh POSTEL juga. Tampaknya akan ada lima (5) zone tarif untuk Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) frekuensi yang dibayarkan ke POSTEL & berkisar antara Rp. 3-17 juta / tahun / sentral WLAN; biaya tersebut nantinya dibagi jumlah WARNET / kantor / sekolah yang mengakses secara bersama sehingga jatuhnya cukup murah bagi para WARNET / perusahaan / sekolah tsb.

Detail perhitungan BHP Frekuensi (berdasarkan KM45/2000 & PP14/2000) maupun perhitungan link budget untuk peralatan 2.4GHz dalam bentuk file Excel dapat diperoleh secara gratis dari penulis di onno@indo.net.id atau di http://www.bogor.net/idkf/

Dengan teknik komunikasi di atas, total investasi peralatan WLAN yang dibutuhkan adalah sekitar Rp. 12-20 juta. Jika akses Internet dilakukan menggunakan satelit misalnya pada kecepatan 256Kbps (21 saluran VoIP) maka sebetulnya total investasi per saluran VoIP-nya hanya sekitar Rp. 400-600.000 / saluran VoIP (kurang dari US$100 / saluran VoIP). Jadi amat sangat jauh lebih murah (kurang dari 1/10) di bandingkan investasi saluran telepon yang dilakukan oleh Telkom yang mencapai US$1000 / saluran telepon.

Teknik share akses ke LAN di perkantoran / sekolah dapat menggunakan teknik proxy (misalnya menggunakan program Squid) maupun firewall (misalnya menggunakan program ipchains). Dengan teknik sharing akses ini, sebuah WARNET / kantor / sekolah cukup menyewa satu saluran WLAN 2-11Mbps ke satelit untuk akses Internet secara bersama bagi banyak komputer di LAN-nya.

Tambahan Peralatan VoIP
Setelah akses internet dapat dilakukan dengan baik dan murah, langkah selanjutnya yang perlu digarap adalah menginstalasi peralatan internet telepon agar suara dari Telpon dapat di kirimkan melalui jaringan Internet. Dengan saluran Internet yang ada saat ini sebetulnya kita sudah dapat melakukan komunikasi internet telepon, tetapi dengan kualitas yang pas-pasan. Bagi anda yang ingin secara serius menjalankan internet telepon sebaiknya Quality of Service (QoS) jaringan Internet yang digunakan di ubah agar memberikan prioritas yang lebih baik kepada trafik suara dan gambar. Teknik meningkatkan QoS untuk jaringan Internet dijelaskan dengan baik di situs http://www.cisco.com. Beberapa protokol Seperti Resource Reservation Protocol (RSVP), Real Time Protocol (RTP) dan Compressed Real Time Protocol (CRTP) dibantu berbagai teknik kompresi sinyal suara seperti G.729 & G723.1 dan teknik priority queuing (PQ) digunakan agar sinyal suara dapat dilakukan dengan cepat & andal di jaringan internet dan menekan waktu delay.

Gambaran umum berbagai jenis peralatan VoIP dapat diperoleh di situs http://www.pulver.com/gateway dan http://www.computertelephony.org yang memberikan daftar sangat lengkap vendor peralatan VoIP. Ada banyak jenis peralatan tersebut, intinya yang kita butuhkan adalah sebuah gateway yang menghubungkan saluran telepon ke peralatan komputer. Tergantung pada banyaknya saluran yang dibutuhkan mulai dari 1-2 saluran saja hingga puluhan ribu saluran. Untuk kelas WARNET, WARTEL, sekolah, kantor kecil membutuhkan small density gateway yang mempunyai kemampuan penanganan 1-8 saluran telepon ke Internet yang harga card-nya sekitar US$50-100 / saluran. Beberapa vendor yang baik adalah voipblaster.creative.com, http://www.innomedia.com, http://www.quicknet.net.

Untuk perkantoran / kompleks perumahan yang membutuhkan saluran lebih banyak kita dapat menggunakan gateway yang mempunyai densitas yang lebih tinggi. Umumnya untuk enterprise network (jaringan antar perusahaan), mereka menggunakan gateway dengan kapasitas saluran 30-120 saluran yang bisa ditumpangkan di atas saluran E1 (2Mbps). Daftar lengkap sekitar 100-an produk gateway kelas enterprise ini dapat diperoleh di http://www.computertelephony.org. Harganya juga relatif sama sekitar US$50-100 / saluran.

Salah satu keunggulan VoIP adalah kemampuan untuk mengoperasikan fungsi sentral telepon dengan protokol H.323 di atas komputer. Jadi sebetulnya dengan VoIP, konsep sentral telepon yang biasa terpusat di kantor telepon menjadi berbentuk jaringan sentral kecil yang tersebar. Perangkat lunak sentral H.323 bahkan bisa diambil secara gratis misalnya di http://www.openh323.org, http://www.quicknet.net. Juga tentunya bagi anda yang ingin menggunakan produk komersial, dapat memperolehnya diberbagai situs seperti http://www.mg2.com, http://www.clarent.com, http://www.telesys.com & http://www.tedas.com

Kata Akhir
Dari penjelasan singkat di atas, jelas bahwa investasi Telkom sebesar US$1000 / saluran sudah terlalu mahal untuk teknologi yang ada pada hari ini.

Dengan teknologi yang berbasis Internet sebetulnya investasi / saluran dapat ditekan menjadi sekitar US$100-200 / saluran VoIP. Biaya operasional per saluran VoIP sekitar US$100 / bulan / saluran VoIP. Bahkan jika di share dengan sepuluh (10) pengguna lain maka bukan mustahil per pengguna cukup membayar Rp. 150-200.000 / bulan / pengguna flat rate untuk mem-bypass SLJJ & SLI sampai puas. Kuncinya adalah kemauan untuk bekerjasama & menggunakan akses secara bersama.

Kita cukup beruntung karena regulasi yang ada di Indonesia saat ini sebetulnya memungkinkan kantor, WARNET, WARTEL, sekolah, mall dll untuk menjalankan VoIP secara legal tanpa perlu meminta ijin kepada pemerintah. Gilanya semua teknologi VoIP terbuka lebar di Internet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s