PENGALAMAN MIGRASI LINUX/FOSS (Free Open Source Software)


CLIENT PCLINUXOS2007 – SERVER CENTOS5 / SLACKWARE 12

APLIKASI DOS CLIPPER  – DOSEMU

PRINTER DOT MATRIX LX-300+/LQ 2180/HP DESKJET

KATA PENGANTAR

Keberadaan teknologi informasi dalam dunia usaha menjadi bagian komponen yang tidak dapat ditawar lagi. Kehadirannya menjadi salah satu komponen vital dalam gerak jalannya suatu usaha. Teknologi informasi yang mewujud salah satunya dalam bentuk software merupakan kebutuhan tersendiri yang mendukung tingkat produktifitas perusahaan.

Linux merupakan sistem operasi yang bersifat free dan open source software. Keberadaan linux dan open source di Indonesia sudah ada sejak tahun 90-an. Masyarakat secara umum beberapa tahun ini mencari solusi software murah dan legal yang sebenarnya sudah lama ada tersebut. Salah satu pemicu yang membuat masyarakat mencari-cari adalah semakin gencar ditegakkannya Undang-undang nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta yang melindungi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).

Berkaitan dengan uraian tersebut diatas, kami sangat tertantang dan tertarik untuk mengeksplorasi Linux dengan harapan apa yang kami ketahui tentang Linux, bahwa dapat memberikan solusi secara efektif dan efisien bagi dunia usaha dapat menjadi kenyataan.

Disaat orang lain bekerja dengan rutinitasnya menikmati sistem yang selama ini membuat kita semua lupa, bahwa apa yang kita gunakan adalah membutuhkan cost yang sangat besar, dan juga tidak menutup kemungkinan akan ada sweeping / audit dari pihak yang berwenang terkait dengan UU HaKI, kami terus mengeksplorasi Linux dengan tetap memprioritaskan pekerjaan utama kami sebagai IT Cabang, mensupport operasional cabang secara menyeluruh terkait dengan permasalahan sistem dan IT, sehingga dapat berjalan tanpa ada kendala yang sangat signifikan.

Dengan segala keterbatasan kami, dengan jiwa, tekad dan keyakinan besar bahwa kami dapat memberikan yang terbaik bagi my big company, kami terus berusaha dengan pengorbanan yang sangat berarti bagi kami, yaitu waktu, tenaga, pikiran dan keluarga untuk mewujudkan apa yang kami yakini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi my big company, tempat kami bekerja.

Keyakinan kami makin kuat dengan terealisasinya Migrasi SERVER Clipper dari Windows ke Linux sejak bulan Mei 2007 sampai sekarang. Langkah selanjutnya kami mensosialisasikan Free/Open Source Software dengan memperkenalkan OpenOffice for Windows sebagai alternatif untuk menggantikan MS Office, sampai akhirnya kami menyimpulkan bahwa untuk bagian yang tidak membutuhkan data besar dalam penyajian laporan dengan aplikasi Office (seperti bagian Front Liner dan Asuransi), kami putuskan untuk full migrasi dari MS Office ke OpenOffice for Windows dan sebagian lainnya dengan alasan belum familiar, berkeberatan untuk di migrasi full, yang pada akhirnya kami putuskan migrasi secara paralel dengan harapan suatu saat nanti bisa di migrasikan full ke OpenOffice sesuai dengan keputusan dan kebijakan dari manajemen my big company.

Seperti menorehkan tinta di kertas yang kosong, begitulah kehidupan kita di setiap awal tahun, dan pada kesempatan awal tahun ini 2008, tanggal 02 Januari kami telah merealisasi migrasi Linux Total di my big company Cabang Bogor.

Bukan saatnya lagi kami menjadi follower, karena tahun ini saatnya kami berada didepan menjadi leader sebagai TIM INTI MIGRASI LINUX secara TOTAL dan NASIONAL, sesuai harapan Bapak PresDir.

Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang Bapak PresDir berikan kepada tim kami.

Kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas ijin dan karuniaNYA, kami mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas sekaligus tantangan pada kesempatan ini, dengan harapan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kami dan my big company.

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Istri dan Anak-anak kami atas segala dukungannya, semoga apa yang diharapkannya dapat terpenuhi dengan usaha dan kerja keras kami.

Kepada semua pihak, khususnya Bapak GM IT, Staf IT Pusat, IT Reg.1 & 2, OM dan Staf Cabang Bogor, kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya baik secara moril maupun materil.

Akhir kata, saran dan kritik membangun, sangat kami harapkan dari semua pihak, sehingga terpenuhinya harapan untuk tujuan kebaikan dan kemajuan bersama.

PENDAHULUAN

Meskipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, perbedaan pokok antara Linux dan Windows ada pada posisi titik awal perkembangannya. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi tasking dan multi usernya. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server sementara Windows dirancang sebagai sistem operasi untuk komputer personal.

Dalam memperbandingkan kedua sistem operasi ini, sering terjadi kerancuan pada aspek yang diperbandingkan antara sistem operasi dengan aplikasi-aplikasinya. Sebagai contoh, paket sistem Windows hanya memuat program aplikasi minimal: game soliter, window/internet explorer, utilitas sistem operasi dan aplikasi sederhana untuk membuat file dokumen dan gambar seperti notepad, mspaint dan write. Di dalam paket sistem Linux biasa, kita bisa menemui hampir semua program aplikasi Linux yang ada di dunia ini. Dengan demikian, instalasi suatu paket Linux bisa disetarakan dengan instalasi Windows, Office sekaligus dalam hal kelengkapan program-program aplikasinya.

Solusi berbasis open source memiliki sangat banyak keuntungan dibandingkan dengan software proprietary. Beberapa di antaranya adalah:

1.Bebas: Biaya lisensi
2.Legal
3.Keamanan Perusahaan
4.Bebas: Tidak disandera vendor software
5.Bebas: Forced upgrade
6.Bebas: Modifikasi sesuai keperluan
7.Bebas: Disebarluaskan / Manajemen lisensi
8.Ekonomis
9.Dukungan teknis

LATAR BELAKANG

Mengapa membuang ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk lisensi bila tersedia solusi lisensi lain seharga 0 (nol) rupiah?. Semua manajemen perusahaan sudah saatnya menyadari bahwa di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, segala bentuk penghematan sebisa mungkin harus dilakukan. Dan juga kita ketahui, selama beberapa bulan terakhir ini Microsoft Indonesia dan rekannya BSA (Business Software Alliance) gencar melakukan audit dan sweeping pada perusahaan di Indonesia untuk membayar lisensi atas penggunaan produk-produknya.

Hal ini memang tidak dapat kita salahkan dan memang merupakan hak mereka sebagai pemegang hak cipta program-program tersebut. Namun seperti yang kita ketahui, lisensi paling murah dari MS Office basic yang hanya meliputi Word, Excel,dan Powerpoint adalah sekitar $150 dollar (atau Rp. 1,5 juta). Kalau misalkan sebuah perusahaan memiliki 100 PC, maka dia harus membayar sekitar Rp. 150 juta. Belum lagi lisensi OSnya seperti WinXP yang sekitar $140 dollar. Berarti total harga adalah sekitar Rp. 3 juta per PC, dikali 100 berarti Rp. 300 juta. Belum lagi lisensi servernya, CAL (client access license), dan lain-lain. Bagi perusahaan besar seperti my big company yang memiliki sekitar 1800 PC, biayanya bisa mencapai milyaran rupiah.

MAKSUD DAN TUJUAN

Migrasi ini tidak semudah yang kita bayangkan. Perusahaan tetap perlu menimbang cost and benefit, yang tentunya juga di tunjang oleh sdm IT yang siap secara teknik maupun fisik untuk melakukan eksplorasi LINUX/FOSS mencari dan mendapatkan cara yang efektif dan efisien, sesuai kebutuhan untuk kelancaran operasional cabang, sehingga tercapainya migrasi TOTAL LINUX/FOSS dengan tetap mempertahankan apa yang sudah berjalan baik selama ini dan bahkan mengusahakan bisa menjadi lebih baik. Yang pada akhirnya akan tercapai tujuan mengurangi bahkan menghilangkan Cost License Software secara signifikan.

Komitmen, dukungan penuh dari manajemen dan sdm IT yang berkompeten adalah segalanya untuk mencapai tujuan ini.Tidak ada kata tidak untuk melakukan sesuatu yang kita yakini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kita semua, dengan prinsip “semua masalah pasti ada solusinya, tergantung seberapa besar usaha yang kita akan lakukan untuk mencari dan mendapatkan solusi itu”.

TIPS MIGRASI

Tahap I ( Migrasi ke SERVER Linux – CLIENT Windows plus OpenSource Software)

1.Sosialisasi Rencana Migrasi
2.Instalasi dan Setting SERVER Linux
3.Monitoring, Evaluasi dan Improvement
4.Report Final
5.Running

Tahap II ( Migrasi ke OpenOffice for Windows plus OpenSource Software)

1.Sosialisasi Rencana Migrasi
2.Instalasi OpenOffice paralel dengan minimal MS Office (Excel)
3.On The Job Training for user (Learning by doing secara interaktif dan proaktif)
4.Monitoring, Evaluasi dan Improvement
5.Report Final
6.Running

Tahap III (Migrasi ke Linux Total – CLIENT SERVER Linux)

1.Sosialisasi Rencana Migrasi
2.Instalasi dan Setting CLIENT SERVER Linux
7.On The Job Training for user (Learning by doing secara interaktif dan proaktif)
3.Monitoring, Evaluasi dan Improvement
4.Report Final
5.Running

KESIMPULAN

  1. Program-program aplikasi di Linux sudah mencapai taraf matang untuk digunakan sebagaimana layaknya program-program aplikasi komersial yang biasa ada di Windows.
  2. Migrasi pengguna dari Windows ke Linux dan sebaliknya tidak dapat terjadi secara spontan karena faktor kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Selama penggunaan Windows dan program-program aplikasinya tidak terhalang oleh keharusan membayar lisensi, pengguna Windows tidak akan banyak beralih ke Linux.
  3. Bagi kita yang bermaksud untuk memindahkan sebagian atau keseluruhan lingkungan kerja dari Windows ke Linux, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga downtime yang berujung pada turunnya produktifitas bisa diminimalisir.
  4. Apabila kita mengelola user dengan berbagai latar belakang, maka resistensi dari user tentu juga perlu disikapi dengan baik agar migrasi dapat berjalan mulus. Karena sehari-hari user-lah yang akan menggunakan sistem baru tersebut, maka pendekatan ke user (atau setidaknya membuat sistem semirip mungkin dengan sistem sebelumnya) adalah hal yang sangat penting.
  5. Proses migrasi bukanlah proses sederhana, karena pada kenyataannya begitu rumit dan kompleks.
  6. The road not stop here, but where do we go next?. Go, go, go WGOS (my big Company Goes Open Source).
Bravo WGOS!!! …… The Best JOBs

4 comments

  1. Mas, masalah migrasi ke sistem linux ada satu hal yang saat ini menjadi kendala bagi saya karena kebetulan saya juga sedang melakukan tahap migrasi dari windows ke LINUX. Penggunaan printer Epson LX-300+ dan drivernya yang gak support LINUX, kemudian settingan custom page pada printer buat perusahaan yang menggunakan continous form alias kertas karbon yang di-print secara kontinyu hasil cetakannya ga pernah pas karena setiap kali print harus scrolling dulu 3/4 baru kemudian tulisan tercetak. Kira-kira ada solusinya gak mas.

    Terima Kasih sebelumnya

  2. kalau kita pakai program di linux untuk open officenya, suatu saat kita hrs buka dokumen tsb di program windows rekan kita krn merreka blm ada program tsb, bisa atau tidak terbaca di windows?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s