Tips Meningkatkan PRODUKTIVITAS


“In the end, you’re measured not by how much you undertake but by what you finally accomplish.”Donald Trump

Seperti yang dikatakan oleh Donald Trump, di akhir hari, Anda dan perusahaan Anda akan diukur bukan dari banyaknya hal yang Anda lakukan, tetapi dari apa yang Anda capai dan selesaikan. Dan tentunya, menyelesaikannya dengan baik, bukan? Bukankah ini sebenarnya definisi dari produktivitas?

Di masa sekarang dimana tantangan #1 dalam bisnis adalah gangguan (distractions), baik dari telepon, hand-phone, sms, blackberry, chatting, facebook, twitter maupun berbagai gosip yang sedang beredar, produktivitas rasanya seperti terancam.

Ketika manusia masih bekerja di era industri, seperti bekerja di pabrik, produktifitas sangat mudah untuk diukur. Tetapi, di era informasi ini, kita telah menjadi knowledge workers – orang-orang yang bekerja dengan pengetahuan/informasi dan bukan memproduksi sesuatu – bagaimana caranya mengukur produktifitas?

Lalu, apa hubungannya dengan layanan? Bagaimana layanan bisa meningkatkan produktifitas? Oh, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita tanyakan. Mari kita coba bahas satu persatu.

Definisi Produktifitas

“If you’re a leader, here’s where you need to start: Stop measuring your people by the hours they put in, and focus instead on the value they produce. Make that your primary measurement. Then encourage your people to intermittently renew during the day (and on weekends, and over vacations), so that when they’re working, they’re really working. That’s the path to true productivity.” – Tony Schwartz, president and CEO of The Energy Project.

Di era industri, produktivitas bisa diukur sebagai berikut:

Produktivitas = Jumlah Output / Waktu

Intinya adalah berapa ‘banyak’ hal yang bisa dicapai dan dilakukan dalam waktu tertentu. Sehingga sangat tergantung oleh kecepatan dan ketrampilan dari orang tersebut, terutama karena waktu yang kita miliki semua sama. Alexander Kjerulf, salah satu konsultan bisnis dunia pun mengatakan, paradigma kita pun kebanyakan masih terjebak di era industri, yaitu seperti ini:

  • Lebih banyak meluangkan waktu untuk bekerja, lebih banyak yang bisa dicapai.
  • Menambah orang di tim Anda, maka Anda bisa selesai lebih cepat.
  • Produktivitas itu sebenarnya konstan dan mudah untuk dijadwal.

Di era informasi dan pengetahuan seperti saat ini, paradigma tersebut tidak hanya salah tetapi juga sangat membahayakan. Bagaimana mendefinisikan produktifitas? Steve Pavlina, salah satu personal development guru, mendefinisikannya sebagai berikut:

Produktivitas = Nilai / Waktu

Berdasarkan hal tersebut, ada 2 (dua) faktor untuk meningkatkan produktifitas: (i) meningkatkan nilai yang diberikan dan/atau (ii) mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memberikan nilai tersebut.

Aha! Jadi saat ini, produktivitas bukan berarti berapa cepat dan banyak Anda melakukan atau menghasilkan sesuatu, tetapi berapa besar NILAI yang Anda berikan dan tergantung dari ketrampilan untuk memberikan NILAI tersebut dengan waktu yang lebih cepat. Kecepatan bisa dihasilkan dari latihan dan kebiasaan, tetapi nilai? Lalu, Steve Pavilina juga mengatakan bahwa Nilai bisa diukur sebagai berikut:

Nilai = Impact x Endurance x Essence x Volume

  • Impact (Dampak)– Siapa saja yang menerima dan merasakan hal yang Anda ciptakan ini (produk/jasa)? 1 orang, 2 orang, 10 orang? Semakin banyak yang menerima dan merasakan nilai maka impact pun akan semakin besar.
  • Endurance (Daya Tahan) – Berapa lama nilai ini dirasakan oleh penerimanya? 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun, selama-lamanya? Apakah nilai yang Anda berikan terus diingat atau mudah dilupakan?
  • Essence (Esensi) – Apa esensi/pokok/intisari dari hal yang Anda ciptakan? Seberapa besar orang lain menghargai hal yang Anda ciptakan? Bermanfaatkah untuk orang lain? Seberapa unikkah hal tersebut? Apakah Anda satu-satunya yang bisa menciptkannya atau banyak saingan? Berapa harga yang Anda berikan kepada ciptaan tersebut?
  • Volume (Jumlah) – Dan yang terakhir, berapa banyak yang Anda ‘produksi’ dalam jangka waktu tertentu?

Oh, oh, oh.. ketika Anda membaca kata ‘nilai’, ‘pengaruh’, ‘daya tahan’ dan ‘esensi’, apakah Anda langsung terpikirkan tentang layanan? Hmm, bukankah itu sebenarnya layanan? Sudah mulai terlihat hubungan antara produktivitas dan layanan?

Ref: How Service Can Multiply Your Productivity!
Bagaimana Layanan dapat Meningkatkan Produktifitas dengan Berlipat Ganda oleh Synergy Service Solution


www.AsianBrain.com

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s