Ide-ide Brilian Mendapatkan Modal untuk membangun bisnis 01-20


Cara-cara Mendapatkan Modal Usaha Mendapatkan aset atau biaya

1. Profit sharing dengan pemilik bangunan atau tempat. Kita bisa menghemat modal uang kita jika kita bisa mendapatkan tempat dengan cara profit sharing. Kelemahan cara ini ialah kita harus membagi keuntungan dengan pemilik tempat. Tetapi ingat ini adalah “bayaran” yang harus kita keluarkan. Ini jauh lebih baik daripada tidak memiliki tempat sama sekali.

Jika Anda merasa keberatan membagi keuntungan secara terus menerus, Anda bisa menggunakan cara ini sebagai batu loncatan saja. Buat saja perjanjian bahwa profit sharing ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu saja, sebaiknya tertulis, tanda tangan di atas materai, lebih baik lagi di depan notaris jika memungkinkan. Kentungan dari perjanjian ini ada dua, pertama pemilik tempat tidak akan memutuskan kerja sama ditengah perjalanan yang bisa mengganggu bisnis kita.

Kedua kita memiliki kesempatan jika kita tidak mau melanjutkan kerja sama setelah kontrak selesai, sehingga tidak ada kewajiban secara terusmenerus harus kerja sama. Bagaimana dengan pembagian keuntungan? Saya belum menemukan aturan bakunya.

Pembagian bisa ditentukan berdasarkan negosiasi saja. Berapa yang akan Anda berikan kepada si pemilik tempat. Mulailah dengan angka kecil dulu, biarkan dia nawar sampai batas tertentu yang Anda mau berikan.

Untuk memperkirakan besar pembagian, kita perlu mempertimbangkan berapa besar andil sebuah tempat bagi bisnis Anda. Cara lain ialah dengan memperkirakan keuntungan Anda, kemudian dibandingkan dengan harga wajar menyewa tempat. Contoh, jika perkiraan keuntungan bisnis Anda Rp 3.000.000 per bulan atau Rp 36.000.000 per tahun. Berapa biaya sewa wajar pertahunnya? Misalnya sekitar Rp 3.000.000 atau 8% dari keuntungan. Melihat angka ini bisa menawarkan 10% profit sharing bagi pemilik tempat, selebihnya adalah negosiasi.

Di mana mendapatkannya? Saya sendiri sudah banyak mendapat tawaran untuk profit sharing seperti ini. Tawaran akan datang sejalan dengan banyaknya jaringan yang kita miliki dan kepercayaan orang kepada kita.

Cara lain ialah dengan sering-sering membaca iklan di surat kabar atau majalah bisnis. Saya sering menemukan iklan dengan tawaran seperti ini.

2. Menggunakan bangunan yang sama untuk penghematan. Ide kedua ialah menggunakan bangunan yang sama untuk penghematan. Ada 2
orang teman yang bergerak dibidang pendidikan. Mereka telah menyewa gedung, namun masih ada ruang yang tersisa dan mereka menawarkan kepada saya untuk menggunakan gedung bersama, tujuanya ialah untuk menghemat biaya gedung.

Saya mengambil salah satu tawaran, lumayan bisa menghemat 50% biaya untuk sewa gedung, lumayankan? Cara mendapatkan tawaran seperti ini sama dengan cara ke satu. Kuncinya ialah jaringan dan kita aktif mencari. Kemudian tidak ada pembagian keuntungan dengan cara ini. Yang perlu diperhatikan ialah bisnis yang dilakukan masing-masing harus bukan pesaing. Bisa produknya yang berbeda, bisa juga target pasarnya yang berbeda.

3. Menitipkan produk ditempat orang lain. Dengan cara ketiga ini, Anda tidak perlu memiliki gedung untuk menjual produk.

Berapa uang yang bisa dihemat? Bayaran yang bisa Anda tawarkan kepada pemilik tempat adalah potongan harga. Bayaran yang harus Anda bayar untuk Anda sendiri ialah kemauan mencari orang yang mau dititipi produk kita.

Contohnya ialah saat saya bisnis makanan, saya menyimpan makanan tersebut diwarung-warung. Adik saya menitipkan tas mute di toko-toko temannya. Penjual susu bahkan menitipkan produknya disetiap rumah yang memiliki lemari es untuk didistribusikan ke tetangganya. Strategi ini tidak selalu dilakukan oleh perusahaan kecil, perusahaan besar pun banyak yang melakukan strategi ini.

4. Mendapatkan tempat dengan imbalan sponsorship untuk produk pemilik tempat Ini adalah ide kreatif lainya. Untuk mendapatkan tempat tidak selamanya kita harus memberikan imbalan dalam bentuk uang. Kita bisa memberi imbalan dalam bentuk lain, contohnya sponsorship. Tentu saja cara ini bisa dilakukan jika pemilik tempat memiliki bisnis. Imbalan sponsorship bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya penggunaan brosur bersama, flyer bersama, mencantumkan merk dia di kemasan produk kita, dan berbagai macam cara kreatif lainnya sesuai dengan kesepakatan.

5. Meminjam tempat orang lain. Jangan sepelekan dengan kata meminjam. Anda bisa mendapatkan tempat usaha Anda dengan cara meminjam. Cari saja teman atau saudara Anda yang memiliki tempat tetapi tidak dipakai. Pinjam saja dalam suatu waktu tertentu. Tentu saja dengan cara meminjam seperti ini kita tidak bisa melakukannya selamanya, tetapi tidak ada salahnya untuk sebuah batu loncatan.

Namun, pada kenyataannya, pada saat kita meminjam tempat, bisa saja malah mengarah kepada profit sharing. Ini akan tergantung pada orang yang akan kita pinjami. Jika seandainya kita meminjam kepada paman yang kebetulan orang kaya, sepertinya tidak akan meminta imbalan. Kenapa tidak dicoba?

6. Kredit bangunan. Kredit bangunan adalah salah satu cara Anda agar tidak perlu menyiapkan dana yang besar. Uang yang diperlukan hanya untuk uang muka saja. Dengan cara ini Anda bisa mendapatkan bangunan (modal) tanpa harus membayar penuh sejak awal. Bayaran yang harus Anda bayar ialah tentu saja bunga kredit. Ini perlu dipertimbangkan dengan hasil yang akan diperoleh. Sebaiknya hasil dari bisnis akan sanggup membayaran cicilan pokok ditambah bunga kreditnya.

Jika Anda seorang karyawan dan tidak memiliki cicilan rumah, hal ini bisa dilakukan. Begitu juga jika Anda seorang pebisnis, bisa juga mengajukan kredit jika bisnis Anda sudah berjalan selama minimal 2 tahun dengan penghasilan yang stabil. Cara ke 7 sampai cara ke 11 mirip dengan cara 1, 2, 4, 5, dan 6, hanya bedanya untuk mendapatkan alat produksi.

7. Berbagi keuntungan dengan pemilik peralatan produksi.

8. Menggunakan peralatan produksi orang lain untuk penghematan.

9. Bisa menggunakan alat orang lain dengan imbalan sponsorship pemilik alat.

10. Meminjam alat produksi orang lain.

11. Menyicil alat produksi.

12. Profit sharing dengan cara memasarkan produk orang lain. Anda bisa mendapatkannya dengan cuma-cuma jika Anda mau memasarkan produk orang lain. Ini adalah bisnis, bukan sales.

13. Menerima titipan produk orang lain. Jika Anda memiliki tempat yang cukup strategis, Anda bisa melakukan hal ini.

Bagaimana mendapatkan produsen yang mau menitipkan produknya? Ada tiga cara, pertama memanfaatkan jaringan, kedua mencari di iklan, dan ketiga kita yang memasang iklan.

14. Bersama-sama menjual produk dengan orang lain untuk penghematan. Cara selain titip menitip ialah dengan cara menjual secara bersama-sama. Anda bisa memanfaatkan tempat bersama-sama, memanfaatkan stand pameran bersama-sama, atau dengan menggunakan sales force bersama-sama.

15. Kredit produk orang lain. Anda mengkredit produk dari orang lain sementara Anda menjual secara tunai kepada konsumen, hasil dari penjualan ini yang kita gunakan untuk membayar kredit.

16. Profit sharing dengan menumpang brosur atau katalog orang lain. Jika memiliki produk untuk dijual (termasuk produk orang lain) lalu tidak memiliki modal untuk promosi, Anda bisa menawarkan sebagian keuntungan kepada orang lain dengan imbalan produk Anda masuk ke brosur atau katalog orang tersebut.

17. Penggunaan brosur dan katalog bersamaan. Jika Anda memiliki sedikit uang, cara lain yang bisa digunakan ialah dengan pengunaan brosur atau katalog bersama dengan orang lain. Tujuannya ialah untuk penghematan.

18. Membuat brosur dengan sponsor/iklan produk orang lain. Dengan cara ini Anda bisa membuat brosur dengan gratis. Usahakan mendapatkan iklan cukup sehingga penghasilan dari iklan tersebut bisa menutupi biaya pembuatan brosur.

19. Kredit dalam pembuatan brosur atau katalog. Cara lain ialah kredit pembuatan brosur atau katalog. Memang ada yang mau
memberikan kredit kepada kita? Satu-satunya cara untuk mengetahui ialah dengan mencarinya. Mungkin saja ada, kita tidak tahu.

20. Iklan bersama. Kadang-kadang dalam suatu media iklan tidak sebanding dengan ukurannya. Sebagai contoh, untuk iklan kolom setinggi 5 cm harganya Rp 100.000 tetapi untuk iklan setinggi 10 cm harganya Rp 150.000. Untuk menghemat kenapa tidak menggunakan iklan 10 cm tetapi digunakan oleh dua orang, jatuhnya Rp 75.000 per orang. Hemat Rp 25.000 atau 25%.

Artikel Terkait: Membangun Bisnis Modal Dengkul, Cara Kreatif Mendapatkan Modal

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s